"Memperingati perjuangan ibu kita, 

KARTINI, tidak hanya ber-kebaya untuk

 melambangkan kecintaan kita padanya,

 tetapi kita khususnya wanita, harus juga

 mempraktekkan pengabdian dan perjuangan 

beliau, yakni memperjuangkan kehidupan rakyat

 yang tertindas.

 #Selamat hari Kartini, Hari kebangkitan para Wanita Progresif

~ M. Bisri (Nasionalis, Mahasiswa ilkom UA '11)

Raden Ajeng (RA) Kartini dilahirkan dalam lingkungan keluarga terpandang sekaligus terdidik. Kakeknya, pangeran Tjondronegoro sangat peduli pendidikan. Laki-laki yang semasa hidupnya pernah  memimpin rakyat demak itu, mendatangkan guru dari Belanda untuk mendidik anak-anaknya, yang salah satunya adalah Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, ayah Kartini. Budaya yang sangat baik ini, dilanjutkan oleh Sosroningrat salah satu wujudnya adalah mengirim kakak Kartini, Sosrokartono, belajar ke Eropa. Ditengah lingkungan terdidik ini Kartini tumbuh menjadi perempuan cerdas sekaligus humanis.

Baca selengkapnya »


Y.Y


Baru tiga hari yang lalu ayahku dengan wajah berbunga-bunga dan sepertinya membawa berita gembira, dan bilang padaku, "leh, iki ada makanan buat kelinci, baru, harganya lebih murah daripada yang biasa kita beli. " Aku lalu menimpal, "Oh ya? bagus dong. emang berapa harganya?". "Rp. 9000/Kg, kalo biasa yang kita beli kan Rp. 6.500/Kg." Ayahku dengan semangat menjawab.

Baca selengkapnya »


For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")
When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")

Itulah sepenggal tulisan dari sastrawan Inggris yang sangat terkenal pada awal abad ke-14Geoffrey Chaucer, dalam karya nya yang berjudul : Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung). Dimana pada saat itu mayoritas orang mempercayai bahwa pada tanggal 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangannya (tentunya dengan sesama burung, kecuali burung onta) untuk kawin. Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari itu dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. 



Dan itu hanyalah legenda orang barat, bagaimana dengan hari ini? 2012 men! woy 2012! masih jaman tukeran catetan? sekarang udah lewat jamannya bluetooth bro, udah nyampek jaman wireless n paperless. Bukan jamannya lagi cewek terkagum-kagum sama pujangga dan penyair. Bilang yang sebenernya, cocok, cuss deh!!!  Dan pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menyikapi tanggal 14 Februari 2012? haruskah kita merayakannya juga?

Baca selengkapnya »


Diberdayakan oleh Blogger.